Published on October 22, 2010, by in Kabar LBT.

Translated by Dec

Kata lesbian berasal dari Lesbos (Λέσβος), sebuah pulau Yunani yang terletak di sebelah Timur Aegean Sea. Lesbos adalah tempat di mana tinggal penyair Yunani kuno Sappho dan tempat ia mendirikan sekolah khusus perempuan pada abad ke-6 SM. Puisinya banyak menggambarkan gairahnya terhadap murid-muridnya, dalam istilah lama disebut gynerasty (hubungan sejenis antara perempuan dewasa dengan perempuan muda yang belum dewasa), padanan dari pederasty (hubungan sejenis antara lelaki dewasa dengan lelaki muda yang belum dewasa). Kisah cinta sejenis antara perempuan dalam karya Sappho mempunyai andil pada istilah lesbian dalam pengertian modern, demikian juga dengan persamaan katanya yang agak jarang terdengar, Sapphism. Kata-kata lain yang digunakan untuk menggambarkan lesbianisme lebih dari 2000 tahun terakhir ini antara lain tribadism, Amor lesbicus, dan urningtum. Banyak slang untuk kelompok-kelompok lesbian yang berbeda seperti dyke dan bulldyke (biasanya digunakan untuk menyebut lesbian yang berekspresi jender maskulin). Kedua istilah ini pada awalnya hampir selalu diucapkan dengan nada negatif. Sekarang ada lesbian yang secara individu menggunakan kata itu untuk menunjukkan identitas mereka. Seperti juga kata nigga dalam komunitas lesbian Amerika keturunan Afrika yang mereka gunakan sebagai identitas diri. Istilah itu dulu mengandung konotasi negatif bagi lesbian dan orang kulit hitam, tetapi mereka mengubahnya menjadi ekspresi identitas diri yang positif.

SEJARAH

Hubungan cinta sejenis antara perempuan pertama kali berasal dari Yunani kuno. Sappho, eponim dari “sapphism,” diduga memiliki kehidupan cinta yang kompleks bahkan literatur kuno juga menyebut-nyebut hubungannya dengan lelaki; sementara nara sumber jaman dahulu, Maximus of Tyre, menganggap hubungannya dengan murid-murid perempuan di sekolah itu murni platonik. Intelektual modern, berdasarkan teks kuno, menunjukkan hubungan paralel jalinan cinta Yunani kuno antara lelaki dewasa dan anak-anak lelaki yang belum dewasa dengan Sappho dan anak didiknya, di mana baik pedagogi (pendidikan) maupun pederasti berperan. Hubungan lesbian juga diberitakan dalam Sparta Plutarch, teks kuno tentang orang-orang Lacedaemonia, yang memberitakan bahwa “cinta begitu dihargai di antara mereka sehingga anak-anak perempuan juga menjadi sasaran erotis perempuan-perempuan terhormat.” Rekaman hubungan lesbian juga ditemukan dalam puisi dan  cerita-cerita Cina kuno, tetapi tak didokumentasikan dengan rinci seperti homoseksualitas laki-laki. Pada jaman pertengahan ada laporan dari Arab tentang hubungan para penghuni harem. Mereka biasanya ditekan, bahkan atas perintah Kalifah Musa al-Hadi ada dua gadis yang dipenggal kepalanya ketika tengah bercinta.

KEBIJAKAN PUBLIK

Dalam masyarakat Barat larangan terhadap perilaku homoseksual perempuan tak sekeras larangan atas perilaku homoseksual lelaki.

Di Inggris lesbianisme tak pernah dilarang secara hukum seperti sodomi yang seringkali berakhir dengan hukuman gantung atau penjara; aktifitas seksual antara lelaki baru dilegalkan di Inggris dan Wales tahun 1967. Ada berbagai cerita lama yang diragukan keasliannya mengenai mengapa lesbianisme tak dianggap tindakan kriminal di Inggris. Salah satunya menyebutkan bahwa Queen Victoria menolak menandatangani RUU anti lesbian dengan bersikeras bahwa, “perempuan baik-baik tak akan melakukannya.” Tetapi novel seperti The Well of Loneliness dianggap cabul dan disita.

Ajaran agama Yahudi mengutuk perilaku homoseksual lelaki tetapi tak banyak menyinggung mengenai lesbian. Namun pendekatan negara Israel yg modern, dengan mayoritas orang Yahudi yang sekuler, tak melarang atau menghukum orientasi seksual gay. Perkawinan antara pasangan gay tak diakui tetapi hukum dan adopsi resmi anak seorang gay oleh pasangannya telah disetujui dan menjadi preseden dalam keputusan pengadilan (setelah banyak banding pengadilan tinggi). Ada juga gay parade tahunan, biasanya diadakan di Tel-Aviv; tahun 2006, parade “World Pride” diadakan di Jerusalem.

Hampir tak ada toleransi bagi homoseksualitas gaya Barat  di Timur Tengah, dengan kemungkinan perkecualian Turki. Tindakan ini bisa berakibat hukuman penjara, cambuk, atau hukuman mati di Iran, Saudi Arabia and Yemen. Meskipun hukum yang melarang lesbianisme di Iran baru-baru ini telah dicabut, hukum terhadap lelaki gay masih berlaku.

REPRODUKSI DAN HAK PENGASUHAN ANAK

Di beberapa negara, hak lesbian untuk mendapatkan akses akan teknologi  melahirkan seperti teknologi bayi tabung (IVF) menjadi perdebatan. Di Australia, Pengadilan Tinggi menolak usulan Gereja Katolik Romawi untuk melarang lesbian dan perempuan lajang yang akan mengikuti program bayi tabung. Tetapi Perdana Menteri John Howard berusaha mengubah perundang-undangan untuk mencegah akses kelompok ini terhadap teknologi bayi tabung sehingga mengundang kemarahan dari komunitas gay dan lesbian.

Banyak pasangan lesbian berusaha mendapatkan anak melalui adopsi, tetapi tak setiap negara mengijinkannya.

SEKSUALITAS

Aktivitas seksual antara perempuan berbeda-beda seperti halnya dengan kaum heteroseksual dan lelaki gay. Ada perempuan yang melakukan hubungan sesama jenis tetapi bukan lesbian, melainkan biseksual. Sedangkan aktivitas seksual antar individu tergantung pada konteks hubungannya.

Perubahan kultur baru-baru ini di Barat dan di sebagian masyarakat lainnya membuat lesbian dapat mengekspresikan seksualitasnya dengan lebih bebas, sehingga ada beberapa penelitian baru tentang keadaan seksualitas perempuan. Hasil riset yang diadakan oleh National Center for Health Research pemerintah AS tahun 2002 dikeluarkan dalam laporan yang terbit tahun 2005 berjudul ‘Sexual Behavior and Selected Health Measures: Men and Women 15-44 Years of Age, United States, 2002′. Hasilnya menunjukkan bahwa diantara perempuan berusia 15-44 tahun, 4.4 persen pernah melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain dalam 12 bulan terakhir. Ketika perempuan berusia 15–44 tahun ditanya, “Apakah Anda pernah mempunyai pengalaman seksual dengan perempuan lain?” 11 persen mengatakan “ya”.
Banyak riset dan tulisan tentang seksualitas lesbian, yang menimbulkan perdebatan mengenai kendali perempuan terhadap kehidupan seksual mereka, keluwesan seksualitas perempuan, definisi ulang akan kenikmatan seksual dan pemaparan stereotype seksualitas yang negatif. Salah satu contoh dari yang terakhir itu adalah lesbian bed death, istilah yang diciptakan oleh peneliti seks Pepper Schwartz untuk menggambarkan penurunnya gairah seksual yang tampaknya tak terelakkan dari hubungan lesbian jangka panjang; pendapat ini ditolak oleh banyak lesbian yang mengatakan bahwa gairah cenderung menurun pada setiap hubungan dan banyak pasangan lesbian yang mengaku bahagia dan puas dengan kehidupan seksual mereka.

KULTUR

Segitiga Hitam digunakan Nazi untuk menandai perempuan yang “tak dapat diterima secara sosial” dalam camp konsentrasi. Lesbian dimasukkan dalam kategori ini. Sejak itu lesbian justru menggunakan Segitiga Hitam sebagai symbol perlawanan terhadap tekanan dan diskriminasi seperti halnya lelaki gay yang menggunakan Segitiga Merah Jambu.

Sebelum pengaruh seksologi Eropa muncul pada akhir abad 20, dalam istilah budaya homoseksualitas perempuan tetap hampir tak nampak dibandingkan dengan homoseksualitas lelaki, yang menjadi subyek hukum sehingga lebih diatur dan dilaporkan oleh media. Tetapi dengan dipublikasikannya karya-karya pakar seks seperti Karl Heinrich Ulrichs, Richard von Krafft-Ebing, Havelock Ellis, Edward Carpenter dan Magnus Hirschfeld, konsep homoseksualitas perempuan yang aktif menjadi lebih diketahui.

Homoseksualitas perempuan yang kemudian menjadi lebih tampak digambarkan sebagai kondisi medis. Dalam Three Essays on the Theory of Sexuality (1905), Sigmund Freud berpendapat bahwa homoseksualitas perempuan adalah inversi atau invert dan menurutnya invert perempuan memiliki karakteristik lelaki. Freud berpegang pada gagasan “third sex” (jenis kelamin ketiga) yang dipopulerkan oleh Magnus Hirschfeld dan yang lain-lain. Meskipun Freud mengakui bahwa ia secara pribadi tak melakukan pengkajian terhadap pasien yang “menyimpang”, ia memberikan penekanan kuat atas sebab psikologis daripada biologis. Tulisan-tulisan  Freud tak dikenal secara luas di Negara-negara yang berbahasa Inggris hingga akhir tahun 1920-an.

Kombinasi antara seksologi dan psikoanalisis ini akhirnya memiliki dampak kuat pada nada umum sebagian besar produksi-produksi budaya lesbian. Contoh yang nyata adalah novel The Well of Loneliness karya Radclyffe Hall terbitan tahun 1928 yang menyebut-nyebut para seksologis itu serta istilah invert, yang kemudian jarang digunakan lagi. Interpretasi Freud akan perilaku lesbian sejak itu telah ditolak oleh sebagian besar psikiatris dan cendekiawan, meskipun riset biologis belakangan ini sekarang menghasilkan penemuan-penemuan yang mungkin memperkuat pengertian “third sex” yang digunakan Hirschfeld untuk menyebut ketertarikan sesama jenis.

Selama abad ke duapuluh, lesbian seperti Gertrude Stein dan Barbara Hammer menonjol dalam gerakan seni avant-garde A.S., bersama dengan tokoh-tokoh seperti  Leontine Sagan dalam film layar lebar Jerman di masa sebelum perang dunia. Sejak 1890-an, karya klasik bawah tanah The Songs of Bilitis memberikan pengaruh pada kultur lesbian, dan buku ini memberikan inspirasi pada nama organisasi budaya dan yang pertama kali melakukan kampanye di Amerika Serikat, Daughters of Bilitis.

Selama 1950-an dan 1960-an, muncul cerita-cerita lesbian dalam bentuk pulp fiction (yang dicetak dengan kertas berkualitas rendah sehingga harganya terjangkau) di AS dan di Inggris, kebanyakan dengan judul yang “bersandi” seperti Odd Girl Out, The Evil Friendship oleh Vin Packer dan seri Beebo Brinker karya Ann Bannon. Banyak juga  karya fiksi  lesbian dalam cerita-cerita dari Inggris yang mempunyai “sandi” dan kadang-kadang terang-terangan.

Selama 1970an, gelombang kedua novel lesbian jaman feminis menjadi lebih berorientasi politis, karya-karya itu seringkali membawa pesan-pesan ideologis yang eksplisit dari feminisme separatis, dan trend itu juga tampak pada seni lesbian. Novel Rita Mae Brown yang pertama Rubyfruit Jungle merupakan tonggak bersejarah dalam periode ini. Awal 1990-an kultur lesbian dipengaruhi oleh generasi yang lebih muda yang tak ambil bagian dalam “Feminist Sex Wars”, yang dengan kuat mengetengahkan teori queer dan kultur queer.

Sejak 1980-an lesbian menjadi lebih nampak pada kultur mainstream: pada musik  (Melissa Etheridge, K.D. Lang dan Indigo Girls), olah raga (Martina Navrátilová dan Billie Jean King), dan di buku komik (Alison Bechdel dan Diane DiMassa). Belakangan homoerotisme lesbian juga berkembang dalam seni fotografi dan tulisan pengarang-pengarang seperti Pat Califia, Jeanette Winterson dan Sarah Waters. Produksi film-film lesbian meningkat seperti Desert Hearts, Go Fish, Watermelon Woman, Oranges Are Not The Only Fruit, Everything Relative dan Better than Chocolate. Novel klasik seperti karya Jane Rule telah dicetak ulang. Penulis akademis yang terkemuka dan kontroversial seperti Camille Paglia dan Germaine Greer juga memiliki identitas lesbianisme.

Sepanjang sejarah, ratusan lesbian merupakan tokoh terkemuka dalam seni dan budaya.

Olah raga kontak seperti sepak bola gaya Australia sangat populer di antara komunitas lesbian Australia. Peran serta dalam olah raga, khususnya olah raga kontak, adalah bagian dari sub-kultur lesbian. Sepak bola perempuan gaya Australia adalah contoh dari olah raga yang bersinggungan yang sangat populer dalam komunitas lesbian di Australia, sementara perkumpulan rugbi populer di banyak negara lain.

PENGGAMBARAN MEDIA

Lesbian seringkali menarik minat media masa, khususnya dalam hubungannya dengan feminisme, cinta dan hubungan seksual, perkawinan dan pengasuhan anak.

Media Televisi
• Kim Daniels dalam Sugar Rush
• Liz Cruz dalam Nip/Tuck
• Willow Rosenberg, Tara Maclay dan Kennedy dalam Buffy the Vampire Slayer
• Lindsay Peterson dan Melanie Marcus dalam Queer as Folk
• Maia Jefferies dan Jay Copeland dalam Shortland Street
• Lana Crawford dan Georgina Harris dalam Neighbours
• Dr. Kerry Weaver dan Sandy López dalam ER
• Helen Stewart dan Nikki Wade dalam Bad Girls
• Paige Michalchuk dan Alex Núñez dalam Degrassi:The Next Generation
• Hampir semua karakter dalam The L Word
• Spencer Carlin dan Ashley Davies dalam South of Nowhere
• Carol, mantan istri Ross, dan pasangan hidupnya Susan dalam Friends
• Marissa Cooper dan Alex Kelly dalam The OC
• Patty Bouvier, saudara perempuan Marge Simpson, dalam The Simpsons
• Naomi Julien dan Sonia Fowler, serta Della Alexander dan Binnie Roberts dalam EastEnders
• Thelma Bates dalam Hex
• Jessica Sammler dan Katie Singer dalam Once and Again
• Jasmine Thomas dan Debbie Dingle, dan Zoe Tate dalam Emmerdale
• Beverly Harris (dalam salah satu perubahan fiktif atas jalan cerita Roseanne) dan Nancy Bartlett dalam Roseanne. Pada episode terakhir Jackie Harris juga digambarkan sebagai lesbian.
• Serena Southerlyn dalam Law And Order

Sebagai tambahan, beberapa karakter mengaku sebagai lesbian (seringkali dengan bergurau), meskipun tak diketahui apakah memang benar mereka betul demikian. Pada beberapa kasus, para produser itu kelihatannya tak bermaksud memberikan implikasi seksualitas; pada kasus-kasus yang lain, ini seringkali tersirat tetapi tak secara terang-terangan.

• Xena dan Gabrielle dalam Xena: Warrior Princess. Kedua karakter ini tidak disebutkan secara terang-terangan dalam jalannya cerita sebagai lesbian, tetapi hubugan mereka tersirat melalui dialog-dialog yang secara komikal kabur dan tindakan-tindakan yang dikemas dengan makna ganda sehingga pemirsa dapat menarik kesimpulan sendiri, dan mungkin untuk menghindari kritik sambil menunjukkan toleransi pada lesbian.

Pelawak Chris Rock berkomentar dalam Saturday Night Live bahwa karakter Peanuts, Peppermint Patty, adalah seorang lesbian. Seringkali lesbian disebut dengan nada negatif sebagai “Peppermint Patties”.

Dalam serial TV 1980-an L.A. Law ada kisah hubungan lesbian, yang menyebabkan kontroversi lebih dari yang ditimbulkan oleh karakter-karakter TV satu dekade kemudian. Miniseri BBC tahun 1989 Oranges Are Not The Only Fruit didasarkan atas novel karya penulis lesbian Jeanette Winterson dengan judul sama. Duo pop Rusia t.A.T.u populer di Eropa pada awal during 2000-an, video pop mereka mencuri perhatian dan disiarkan di TV karena musik mereka dipasarkan untuk lesbian, meskipun mereka bukan lesbian (tak jelas apakah ide ini muncul dari duo itu sendiri atau dari promotornya).

Serial sci-fi Babylon 5 pada salah satu episodenya menampilkan hubungan lesbian yang tersirat antara dua pemain (Talia Winters dan Commander Susan Ivanova). Tetapi ini tak pernah dinyatakan atau ditunjukkan secara gamblang, dan tak nampak lebih jelas pada episode lain. Pada akhir episode itu diungkapkannya bahwa Winters adalah mata-mata bawah sadar Psi Corps. Tetapi Ivanova belakangan mengaku kalau ia mencintai Talia, dan dengan terbuka mengatakan kalau ia biseksual

Serial sci-fi terkenal Star Trek: Deep Space 9 juga menampilkan beberapa episode yang mengandung unsur lesbianisme. Yang paling terkenal adalah episode “Rejoined” yang berpusat pada dua karakter perempuan (Jadzia Dax dan ilmuwan yang sedang berkunjung Lenara Khan) yang saling mencinta tetapi tak dapat menjalin hubungan karena tabu secara kultur. Adegan ciuman lesbian ditampilkan dan mengakibatkan larangan terhadap episode itu di beberapa negara bagian. Dalam episode tersebut, tabu itu disebut sebagai tabu Trill akan “reasosiasi”, yang mengacu pada hubungan yang terjadi setelah sebuah Trill dialihkan ke host baru. Fakta bahwa kedua pemain itu berjenis kelamin perempuan tak pernah disebutkan, dan tampak jelas bahwa pada abad 24 hal ini telah diterima secara umum sehingga orang bahkan tak lagi mempersoalkannya. Episode tersebut membuat tayangan itu mendapat pujian dari komunitas GLBT. Tetapi hubungan yang sesungguhnya antara kedua tokoh itu bukanlah antara ke dua perempuan itu, Jadzia dan Lenara, tetapi antara simbion Trill androgini yang tinggal dalam diri mereka, Dax dan Khan. Hosts sebelumnya dari simbion Dax dan Kahn, Torias Dax dan Nilani Kahn, telah menikah dalam hubungan heteroseksuual. Dalam DS9, versi jadi-jadian beberapa tokoh utama mempunyai orientasi lesbian, biseksual, atau transeksual.

Artis dan pelawak Ellen DeGeneres dengan terbuka menyatakan kalau ia lesbian tahun 1997, dan karakternya dalam seri komedi Ellen juga melakukan hal yang sama segera setelah itu. Ellen, yang ketika itu ada dalam sesi ke empat, menjadi seri komedi Amerika pertama dengan karakter utama seorang lesbian. Episode coming-out itu memenangkan Emmy, tetapi serial itu dibatalkan setelah satu sesi kemudian..

Tahun 2000, tokoh Bianca Montgomery (Eden Riegel) diungkapkan sebagai gay dalam ABC Daytime Drama Series All My Children. Selama 2000 – 2005, Bianca adalah fokus untuk banyak jalinan cerita yang melibatkan seksualitasnya tetapi mungkin ia paling dikenal melalui cerita yang di mana tokohnya diperkosa dan kemudian anak yang lahir dari perkosaan itu dicuri. Sementara banyak orang memuji fakta bahwa seorang tokoh lesbian diberi cerita yang sedemikian menonjol, yang lain mengecam bagaimana tayangan ini kelihatannya tak mengijinkan Bianca berhasil menjalani hubungan jangka panjang dengan perempuan lain, dan justru selalu menempatkan Bianca dalam keadaan trauma.

Tahun 2004 ada The L Word yang kebanyakan berfokus pada kehidupan sekelompok lesbian yang berteman, dan Ellen DeGeneres memandu tayangan talk show di siang hari yang populer. Tahun 2005 pada satu episode The Simpsons berjudul “There’s Something About Marrying”, saudara perempuan Marge, Patty, mengaku sebagai  lesbian.

Tahun 2005 dalam Law & Order diungkapkan pada penampilan terakhir asisten jaksa wilayah Serena Southerlyn bahwa tokoh itu lesbian. Sebelum hal itu diungkapkan, tak ada referensi yang jelas akan seksualitasnya tetapi ada kemungkinan tanda-tanda itu tampak pada pandangannya akan liberalisme Amerika, pembelaan akan perkawinan sejenis dan beberapa implikasi lain yang samar-samar.

Film Layar Lebar

{mosimage}

Adegan dari Mädchen in Uniform (Jerman, 1931), film lesbian pertama. Film ini segera dilarang di Amerika Serikat, tetapi kemudian beredar setelah disensor habis-habisan. Ketika Nazi berkuasa, film ini dilarang, setelah itu sutradara Leontine Sagan dan banyak dari pemerannya mengungsi ke negara lain. (Penulis skenario Christa Winsloe akhirnya bergabung dengan kelompok resistensi Perancis, kelihatannya karena larangan itu, dan dieksekusi oleh Nazi tahun 1944).

Film bertema lesbian yang pertama adalah Mädchen in Uniform (1931), diangkat dari novel karya Christa Winsloe dengan sutradara Leontine Sagan, menelusuri kisah anak sekolah bernama Manuela von Meinhardis dan cintanya yang membara pada seorang guru, Fräulein von Nordeck zur Nidden. Ditulis dan diarahkan sebagian besar oleh perempuan. Tetapi dampak film ini terhadap klub lesbian Jerman tersamarkan oleh sekte yang mengikuti The Blue Angel (1930).

Hingga awal 1990-an, setiap ada hal yang berbau kisah cinta lesbian dalam film penonton hampir selalu harus mereka-reka. Estetika lesbian dalam Queen Christina (1933) dengan bintang Greta Garbo banyak disebut-sebut, meskipun film itu tidak tentang lesbian. Karya Alfred Hitchcock, Rebecca (1940), diangkat dari novel Daphne du Maurier, kurang lebih secara terbuka memaparkan lesbianisme, tetapi kedua tokoh yang terlibat tak ditampilkan dengan positif: Mrs. Danvers digambarkan sebagai orang yang obsesif, kurang waras dan punya kecenderungan untuk membunuh, sementara Rebecca yang tak pernah nampak digambarkan sebagai egois, jahat dan ditakdirkan untuk mati. All About Eve (1950) pada awalnya ditulis dengan seorang tokoh lesbian, tetapi menjadi sangat samar pada versi akhirnya dengan petunjuk dan pesan yang jelas untuk membuat penonton waspada.

Pada usia 26, penulis naskah Lillian Hellman berhasil membuat dramanya dipentaskan di Broadway; drama asli, diproduksi tahun 1931. Kisahnya tentang kepala asrama sekolah swasta perempuan dan seorang guru yang menjadi korban dari desas-desus yang dihembuskan oleh seorang siswi yang tidak senang;  mereka segera menghadapi tuduhan jalinan hubungan lesbian. Pada babak terakhir, tuduhan itu ternyata direkayasa, tetapi nuansa lesbian yang disampaikan membuat banyak orang bertanya-tanya.

Drama yang dinominasikan untuk penghargaan Pulitzer itu dilarang di Boston, London, dan Chicago, tetapi memecahkan rekor AS dengan pertunjukan selama 691 kali berturut-turut di teater Broadway New York.

Hellman dilarang Hollywood selama beberapa tahun, tetapi pada tahun 1961 muncul versi layar lebar dari The Children’s Hour dengan bintang feminis Audrey Hepburn dan Shirley MacLaine sebagai guru sekolah. Gambaran yang penuh makna dan pencerahan dari tema yang dalam dan gelap ditampilkan dalam film ini.

Film dengan muatan lesbian yang gamblang, tokoh-tokoh lesbian yang simpatik dan lesbian sebagai tokoh utama mulai muncul pada 1990-an. Menjelang 2000 beberapa film menampilkan tokoh yang menjelajahi isu-isu lebih dari orientasi seksual, mencerminkan pengertian yang lebih luas bahwa lesbianism lebih dari sekedar nafsu seksual. Misalnya film-film layar lebar yang dibuat untuk penonton umum seperti Bound (1996), Chasing Amy (1997), Kissing Jessica Stein (2001), dan Rent (2005, diangkat dari drama musikal Jonathan Larson). Banyak film lesbian yang tak berbahasa Inggris seperti Fire (India, 1996), Fucking Åmål (Sweda, 1998), Blue (2001 film)(Japan, 2002) dan Blue Gate Crossing (Taiwan, 2004).
Komik

Dalam mini seri komik mingguan DC, 52, versi baru Batwoman diperkenalkan.  Menurut apa yang disampaikan sebelum komik itu beredar, Batwoman yang baru, dikenal sebagai “Kate Kane” akan mempunyai bagian yang berbeda dari semua versi lama yang menampilkannya sebagai lipstick lesbian, yang pernah menjalin hubungan dengan Detektif Renee Montoya.

Anggota tim komik Marvel, Runaways, bernama Karolina Dean adalah homoseksual ekstraterestial.

Salah satu isu utama dari novel dewasa Jepang Yokohama Kaidashi Kikō adalah perkembangan kisah asmara antara Alpha dan Kokone.

Dalam manga dan anime muatan lesbian disebut is shojo-ai sedangkan seks lesbian tanpa plot disebut yuri.

Video game

SaGa Frontier, judul PlayStation yang diproduksi oleh Squaresoft menampilkan karakter utama lesbian bernama Asellus. Cukup banyak dialog tentang lesbianismenya dan hubungan sesama perempuan yang disensor dalam terjemahan bahasa Inggris. Tokoh tambahan yang berhubungan dekat dengan kisah Asellus adalah gadis muda bernama Gina yang menjahitkan pakaiannya, seringkail membincangkan rasa tertariknya yang mendalam kepada Asellus, kegembiraannya saat ia ada bersamanya, dan cemburu akan perempuan lain yang dekat dengannya. Judul Playstation lain, Fear Effect 2: Retro Helix yang merupakan pendahulu dari Fear Effect, mengungkapkan bahwa Hana Tsu Vachel, salah seorang tokoh utama dalam kedua game itu, menjalin hubungan seksual dengan tokoh perempuan bernama Rain Qin.

FEMINISME

Dalam sejarah, banyak lesbian terlibat dalam perjuangan hak-hak perempuan. Pada akhir abad 19, istilah perkawinan Boston (Boston marriage) digunakan untuk menggambarkan ikatan asmara antara perempuan yang tinggal bersama dan ikut mendorong maraknya gerakan itu. Sesuai dengan tradisi penerimaannya yang luas, pada tahun 2004 Massachusetts menjadi negara bagian pertama Amerika yang mengesahkan hubungan sesama jenis

Selama 1970-an dan 1980-an dengan munculnya feminisme modern dan gerakan feminisme radikal, separatisme lesbian menjadi populer dan kelompok-kelompok lesbian datang bersama untuk tinggal dalam masyarakat komunal. Perempuan seperti Kathy Rudy dalam Radical Feminism, Lesbian Separatism, and Queer Theory, mengatakan bahwa menurut pengalamannya, stereotype (dan juga hierarki untuk menerapkannya) berkembang dalam masyarakat kolektif dari lesbian separatis, yang akhirnya membuat ia meninggalkan kelompok itu.

Selama 1990-an puluhan cabang Lesbian Avengers dibentuk untuk memberikan penekanan akan pemberian kesempatan bagi lesbian untuk tampil memperjuangkan hak-hak lesbian.

Sumber: http://en.wikipedia.org/